
Beliau juga memperkenalkan istilah populer untuk menggambarkan tipe mahasiswa di kampus. Pertama, kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang), yaitu mahasiswa yang hanya fokus hadir di kelas tanpa banyak aktivitas lain. Kedua, kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat), yakni mahasiswa yang lebih sering sibuk dengan organisasi. Ketiga, kunang-kunang (kuliah-nangkring, kuliah-nangkring), yang cenderung menghabiskan waktu dengan nongkrong. Terakhir, kutilang (kuliah-banting-tulang), yaitu mahasiswa pekerja keras yang membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
Jejak Pers β Dalam rangkaian kegiatan Ngumbara 2025, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara), Dr. H. Naufal Ramadian, M.Si., menyampaikan materi berjudul βPengenalan Kehidupan Kampus Umbara.β Materi ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk memahami fungsi kampus sekaligus karakter mahasiswa yang sering muncul di dunia perkuliahan. Selasa, (30/09).
Dalam pemaparannya, Naufal menegaskan bahwa kampus memiliki enam fungsi utama: penelitian, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan, inkubator inovasi, serta pusat kebudayaan. Keenam aspek tersebut, menurutnya, harus menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa agar tidak sekadar datang kuliah, tetapi juga melahirkan karya dan kontribusi nyata.
βMahasiswa tidak boleh berhenti hanya pada rutinitas belajar. Kampus menyediakan banyak ruang untuk mengembangkan diri, baik melalui penelitian, inovasi, maupun pelestarian budaya. Semuanya bisa menjadi bekal berharga untuk masa depan,β ujarnya.
Beliau juga memperkenalkan istilah populer untuk menggambarkan tipe mahasiswa di kampus. Pertama, kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang), yaitu mahasiswa yang hanya fokus hadir di kelas tanpa banyak aktivitas lain. Kedua, kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat), yakni mahasiswa yang lebih sering sibuk dengan organisasi. Ketiga, kunang-kunang (kuliah-nangkring, kuliah-nangkring), yang cenderung menghabiskan waktu dengan nongkrong. Terakhir, kutilang (kuliah-banting-tulang), yaitu mahasiswa pekerja keras yang membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
Menurutnya, keempat istilah tersebut menjadi refleksi nyata dinamika mahasiswa di kampus. Namun, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah keseimbangan. βApapun pilihannya, mahasiswa harus mampu menata prioritas. Yang utama, jangan sampai melupakan esensi pendidikan,β tambahnya.
Materi yang disampaikan Wakil Rektor III ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa baru Umbara tentang kehidupan kampus yang lebih luas daripada sekadar ruang kuliah, sekaligus memotivasi mereka untuk aktif dan seimbang dalam menjalani peran sebagai mahasiswa.

